Good grief.... niatnya mau update "besok" malah jadi "minggu depan" *facepalm* beginilah kebiasaan seorang duelist sejati.
(Shadow: Apa hubungannya? Dan sejak kapan kamu jadi duelist sejati?)
Forget it, mendingan ku lanjutin ceritaku pas nginep aja deh, selagi masih ingat.
Setelah melewati berbagai rintangan (gerimis plus tanjakan 10 meter) akhirnya ku berhasil tiba di rumah Andhi. Dan ternyata ku tamu yang pertama datang ke rumah dia. Abis (hampir) pecahin kaca kamar Andhi, dia pun membukakan pintu depan dan mempersilakanku masuk. Begitu ku berada di kamarnya, ku langsung diajak berduel yang lebih tepatnya sebagai bahan bully-bully deck X-Saber miliknya. No offense, tapi itulah kenyataan yang telah terjadi.
Untungnya, tidak lama setelah kami berdua mulai beduel, sang Elang pun tiba, disusul oleh Marcell dan Ramadhan. Dan yang terakhir si.... siapa ya? *gubrak* duh, lupa 'kan.... Kalo nggak salah si Roby deh.... (gomen kalo salah m_m)
Dan kami berenam pun berduel dengan riuh dan stress hingga malam tiba.
Let's jump to next problem, masalah perut alias LAPAR!! Yup, karena terlalu fokus berduel, kami semua sampe lupa sama kebutuhan primer yang satu ini. Dua duelist yang menyadari hal ini adalah ku(Anggir) dan Ramadhan. Kami berdua baru menyadari hal ini setelah duel sengit antara Shadowy VS StallBurner (@Ramadhan: Sorry, ku nggak tau nama deck kamu sih) yang berakhir seri setelah dua kali duel yang berlangsung amat sangat alot dan memeras otak kami berdua.
Kami berdua pun berjalan menuju dapur setelah memperoleh informasi dari pemilik rumah kalo di kulkas terdapat beberapa bahan makanan. Begitu kulkasnya kami buka, kami melihat beberapa belas telur ayam, beberapa potong ayam yang ada di dalam kotak makan, beberapa potong tahu, dan sekitar 5-6 sosis beku (saking bekunya sampe-sampe susah dipotong).
Wisata kuliner episode duelist Bogor pun dimulai!! Pertama, karena ku liat masih ada nasi di rice cooker, ku usul buat nasi goreng. Ramadhan pun setuju sama ideku. Jadi kami langsung ambil telur plus sosis dari kulkas buat bahannya. Dan kebetulan bumbu dapur (bawang merah, bawang putih, cabe) juga ada meskipun harus digali-gali dulu dari keranjang.
Selagi Ramadhan motongin bahan-bahan tersebut, ku abisin nasi yang ada di rice cooker lalu ku cuci lagi tempatnya. Soalnya nasinya cuma cukup buat dua piring. Untungnya di dapur Andhi juga ada beras, jadi ku bisa bikin nasi.
Selagi kami berdua sibuk, Elang pun muncul setelah menyadari kalo kami berdua menghilang dari kamar Andhi. Lalu dia pun mengambil dua butir telur untuk digoreng. Ramadhan dengan baiknya memberikan sisa bumbu dapur kepada Elang setelah selesai membuat nasi goreng. Lalu ku dan Ramadhan keluar dari dapur untuk menikmati makanan buatan sendiri. Dan terjadilah sebuah fenomena.
Saat kami berdua kembali ke dapur untuk melihat pekerjaan Elang, kami terkejut melihat dia menggoreng telur dengan minyak goreng yang takarannya kelewat banyak!! Hampir setengah wajan digunakannya untuk menampung minyak goreng.
"Woi!! kamu mau goreng telur atau bikin kolam minyak?!" tanya Ramadhan terkejut.
"Emang kebanyakan ya?" tanya Elang dengan polosnya.
'Nggak, dikit banget kok.' pikirku facepalm.
Alhasil, sebuah masakan baru pun tercipta. Berhubung Elang juga buat deck Alien selain deck Six Samurai, kami pun menyebutnya telur goreng alien ala Elang. Bentuknya emang nggak banget, tapi rasanya lumayan enak kok!! Kalo nggak percaya, silakan cicipi sendiri.
Setelah nasinya matang, semua duelist yang belum makan pun mulai menikmati masakan yang telah kami sajikan. Oh iya, ku lupa bilang, ku setelah fenomena telur goreng alien. Ramadhan dan Marcell menggoreng sisa sosis yang belum terpakai untuk nasi goreng dan telur alien tadi. Sehingga kami berenam bisa kembali berduel dengan perut terisi hingga larut malam.
Pada dini hari, sekitar pukul 03.00 kami berenam mulai mengantuk dan menghentikan duel kami yang tiada habis-habisnya. Andhi segera menutup pintu kamarnya dan tidur setelah kami semua keluar dan berjalan menuju kamar tamu yang telah disediakan. Parahnya, meskipun kami sudah tiduran di kasur, kami berlima masih saja membicarakan soal Yugioh. Tapi karena ku udah ngantuk berat, ku yang (kayaknya) pertama tertidur.
Finish!!
(Shadow: Oh really? How about the next day or precisely, the morning?)
Oh yeah.... okay, let's save it for another time. Nulis sebanyak ini capek juga tau! Parahnya lagi, ku belum ngetik fanfict buat chapter ke-30.
To be continue.....
Selasa, 07 Desember 2010
Langganan:
Postingan (Atom)
.jpg)